R.M.R the Magister of Ceremony


Selepas mengikuti pelatihan, kami magang siaran di Ardan Ciwalk. Hampir setengah tahun disana seingat saya. Hal-hal baru mengenai penyiaran pun bertambah. Selepas magang, ada keinginan hati ini untuk siaran di radio on air yang sebenarnya. Namun setelah sampai di tahap seleksi interview di salah satu radio di Bandung, saya baru ngeh, ternyata saat seseorang menjadi penyiar, tidak hanya siaran yang harus dilakukannya. Namun juga ada kegiatan lain yang mengharuskan stand by di radio. Pertimbangan itulah yang membuat saya lebih memilih menjadi pendidik dari penyiar. Karena ternyata ada magnet yang lebih besar di luar diri saya, selain untuk siaran. Yaitu menjadi seorang pendidik.


Namun sampai dengan sekarang, passion itu tidak menjadi hilang dalam benak saya. Untuk menjembataninya, saya masih menerima kerjasama untuk menjadi Master Of Ceremony atau biasa disebut M.C. atau pun disebut pembawa acara. Ada saja tampaknya yang bertanya “lulusan S2 kok jadi M.C?”. Lah memang dimana letak tidak boleh atau tidak etisnya ya?. Ya sudah, sebutannya dimodifikasi saja sedikit, biar lebih sesuai. Rommy Mochamad Ramdhani, the Magister of Ceremony :-p


Tuhan menganugerahi saya bakat lingusitik, tetapi bukan berarti penampilan panggung saya tanpa khilaf. Namun bukan berarti saya tidak berusaha belajar dari kekhilafan penampilan panggung sebelum-sebelumnya.

Bagi anda yang memiliki acara, dan ingin bekerja-sama dengan saya, menjadikan saya sebagai pembawa acaranya, silahkan kirim message ke email rommyramdhani@yahoo.com. Semoga kesempatannya pas _/|\_



No comments:

Post a Comment