Wednesday, August 10, 2016

Painkiller Bukan Solusi Jangka Panjang

http://wedorecover.com/images/Painkiller-1.jpg

Siang tadi di LENTRHAKA Health Care and Training Center, seorang klien berkisah bahwa beliau sudah selama 18 bulan sakit dan juga berobat, namun belum ada perubahan yang signifikan. Setelah kami diagnosa ternyata obat yang sudah banyak diminum memang tidak pas sasaran, dan menariknya yang lebih banyak dikonsumsi oleh klien tersebut selama ini yang mengandung pain killer.
Pain killer atau obat yang dapat berperan untuk meredakan rasa sakit, biasanya diberikan oleh dokter apabila memang ada rasa sakit yang sangat. Namun apabila pain killer ini diberikan dalam jangka waktu yang relatif panjang, dosis yang bertambah, dan tidak adanya perubahan kesehatan yang secara data membaik, hal ini wajib diwaspadai.
Dalam kondisi yang kurang seimbang, tubuh manusia secara alamiah memiliki alarm, salah satunya adalah rasa sakit. Rasa sakit ini ibaratnya peristiwa kebakaran pada bangunan, adalah alarm yang berbunyi. Ketika pain killer diminum, ibaratnya alarm kebakaran sedang dicopot. Jadi tidak ada bunyi alarm, ataupun dalam hal ini rasa sakit yang dirasa.
Pertanyaan selanjutnya, apa kemudian sumber kebakarannya berhasil diatasi?, apakah sumber penyakitnya berhasil diamankan?. Tidak.
Waspadai pola hidup banyak mengkonsumsi painkiller, tanpa mengobati sumber penyakitnya _/|\_

No comments:

Post a Comment