Tuesday, March 31, 2015

Saat Anak Mulai Belajar Bela Diri


Di minggu pagi sebagian orang tua atau kakak, antusias untuk mengantar anak atau adiknya belajar bela diri. Pelajaran yang memang penting untuk dipelajari, hemat saya. Terlepas dari fakta bahwa orang tua atau kakak tidak selalu bisa menjag anak atau adiknya, juga polisi tidak selalu ada untuk menjaga warganya, saya punya alasan tersendiri mengapa merekomendasikan agar anak mempelajari bela diri sejak dini.
Mempelajari bela diri, bermakna mempelajari kemampuan untuk membela diri. Saat anak mulai belajar bela diri, ia akan mulai mengenali potensi kemampuan manusia, termasuk mulai dapat diperkenalkan bahwa setakjub-takjubnya ia terhadap kemampuan yang dapat dilakukan oleh manusia, ada yang dapat melakukan hal yang lebih menakjubkan, yakni Sang Pencipta yang telah menciptakan kita, manusia.
Saat anak mulai belajar bela diri untuk mengalahkan lawan, ia akan belajar dengan lebih baik untuk mengenali dirinya, sebelum lawan. Memperhatikan kelebihan dan kekurangan diri, sebelum kelebihan dan kekurangan lawan. Ia akan belajar tentang prioritas, bahwa ada urutan gerakan untuk sebuah keharmonisan gerak. Ia akan belajar bersabar, menunggu timing untuk menyerang ataupun menangkis. Secara perlahan ia akan belajar mengendalikan diri, dan mulai sadar... bahwa lawan yang sebenarnya adalah dirinya sendiri. 
smile emotikon

Monday, March 23, 2015

Mencegah, Urutan Pertama Setelah Mengobati

http://www.families.com/wp-content/uploads/media/259568_4489SXC_No_Restrictions.jpg

Pagi hari ini seorang Ibu dari anaknya yang pernah mengikuti graphotest datang berkunjung ke rumah. Dalam silaturahimnya, Ibu meminta izin agar laporan hasil analisa tulisan tangan (graphotest) anaknya dapat diberikan ke sekolah anaknya, karena selama ini pihak sekolah apabila diberikan keterangan mengenai kekhususan anaknya tidak mau percaya. Harapan ibunya, hasil graphotest yang menurut beliau ini tepat, dapat membuka mata pihak sekolah, bahwa anaknya memang mempunya kondisi khusus sehingga harus diperlakukan khusus juga.

Mengenai kekhususannya, yang dapat saya diceritakan adalah ketidakseimbangan pada sisi emosinya. Bagi sebagian orang, mengenai emosi mungkin tampak sepele. Namun perlu dipahami bahwa ini baru gejala dari dampak beruntun yang sangat mungkin terjadi. Dampak tertinggi kemungkinan gangguan kejiwaan, dan atau yang bersangkutan dapat menyakiti orang lain.

Mencegah memang urutan pertama setelah mengobati.

Pelajarilah ilmu graphology, teknik analisa tulisan tangan, maka data-data penulis dapat anda kumpulkan, termasuk kemungkinan yang akan terjadi di kemudian hari. Setelah data penulis dikumpulkan, dengan bantuan Master Fiyu Azhari, S.Kom, CH., CHt, C.NC anda bisa lebih membangun, memelihara karakter positif dengan teknik hypnosis.

Pelatihan graphology dan hypnosis secara aplikatif ini bisa anda ikuti 11 April 2015 mendatang, bertempat di Graha Kadin – Bandung Business Center (Jalan Talaga Bodas No. 31 Bandung, Pukul 08.30 – 11.30, dengan investasi 125 ribu rupiah. Dikarenakan tempat yang terbatas, sebaiknya anda segera memesan tempat ke Roy di 081321652855, dan bersiaplah menjadi pemain utama yang mampu mencegah kemungkinan terburuk yang bisa hadir dikehidupan anda.

R.M.R