Monday, October 14, 2013

Seminar Grafologi : Process To Find Your Best Partner In Life


Tahun 2008, saat itu saya belum lulus dari Fakultas Hukum Parahyangan, masih menunggu gelombang waktu wisuda, namun demikian saat itu pertama kalinya saya diminta bantuan oleh seorang janda dan duda yang ingin menikah, namun salah satu dari mereka masih ada yang bermasalah perihal belum keluarnya surat cerai dari pernikahan sebelumnya. Ketika itu pun saya menjadi konselor hukum mereka. dengan prodeo, orang hukum bilang.

Setelah peristiwa itu, tidak sedikit suami atau istri yang menceritakan tantangan dalam rumah tangga mereka kepada saya, meminta saya memberikan solusi. Sedikit yang meminta solusi hukum, kebanyakan meminta solusi praktis. Pada titik ini tanda tanya yang ada dalam pikiran saya semakin membesar...KOK BISA mereka itu mempercayai saya???. Padahal secara usia, tidak sedikit dari mereka yang lebih senior dari saya. Secara status, mereka sudah menikah, dan saya belum. Secara pengalaman, seharusnya mereka yang lebih banyak dari saya. Namun sekali lagi...KOK BISA mereka itu mempercayai saya, dan kemudian meminta solusi???.

Pertanyaan yang belum saya temukan jawabannya saat itu. Pertanyaan yang masih saya simpan dalam kantung pertanyaan-pertanyaan saya, untuk dikaji. Saat itu saya lebih fokus membantu mencarikan solusi, semampu saya. Sampai pada suatu titik dikemudian hari, saya menyadari bahwa kepercayaan adalah salah satu yang memiliki nilai tinggi. Kepercayaan tidak diberikan begitu saja oleh manusia, dan begitu pun oleh sahabat-sahabat yang telah mempercayai saya dengan masing-masing alasan mereka, untuk menjadikan saya "tempat" diskusi, mencari solusi terbaik. Saya mestinya lebih mampu bersyukur.

"Kasus-kasus" pasangan, baik yang sudah menikah ataupun baru mau menikah, saya rekam cukup baik, dan kemudian saya simpulkan poin-poin apa yang menjadi sumber masalahnya. Dan poin-poin mereka inilah yang akan saya paparkan pada seminar "Grafologi : Process To Find Your Best Partner In Life". Dengan doa, bahwa dikemudian hari CALON PASANGAN YANG AKAN MENIKAH, MAMPU MENGUMPULKAN ILMU SECARA MAKSIMAL TERLEBIH DAHULU SEBELUM MENIKAH.

Hentikanlah konsep hidup, gimana ntar aja. 
Hentikanlah memberikan jawaban bahwa anda belum butuh ilmu berkeluarga, karena ilmu itu dipersiapkan sebelum datangnya ujian, tidak dadakan. 
Hentikanlah niat menambah tingginya angka perceraian setiap tahun, yang anda buktikan niat itu dengan tidak menyiapkan sebaik-baiknya ilmu sebelum menikah.
Hentikanlah niat mengakibatkan anak anda menjadi "korban" dalam keluarga, karena anda belum mau belajar memahami ilmu untuk berkeluarga.

http://2.bp.blogspot.com/_8vZI13vt1qg/TIohGCHxi7I/AAAAAAAAAIc/teUL9fydoJ0/s1600/personality1.jpg

Pemaparan "kasus-kasus" tersebut  akan saya selingi dengan ilmu grafologi yang saya pelajari. Ilmu grafologi adalah ilmu untuk mengenali karakter manusia, yang dapat dilihat dari coretan yang dibuat oleh yang bersangkutan. Saya pertama memperlajari grafologi pada tahun 2004, kepada Prof. Dr. Amril Ghaffar Sunny, Drs, MS, SE, MM, dan Prof. Dr. Catharina Dewi Wulansari, S.H, M.H. Selepas itu secara perlahan dan konsisten saya mendalami ilmu ini. Mempelajari karakter manusia, memiliki daya tarik sendiri bagi saya. 

Pada sekitar 2010, saya bertemu dengan Bapak Sapta Dwikardana, M.A, Ph.D, CBA, CMHA, CH., dan dari beliau saya menambah jam terbang pemahaman mengenai grafologi. Teori-teori mendasar grafologi telah saya pahami, kemudian sampai saat ini, saya mengembangkan pemahaman grafologi dengan cara saya sendiri.

Dengan ilmu grafologi, doa saya di kemudian hari, peserta seminar dapat  secara praktis mewaspadai karakter tersembunyi yang mungkin belum tampak pada calon pasangannya. Bukan mendidik peserta seminar menjadi perfectionist, namun dengan mengetahui kekurangan calon pasangan yang telah dipilih, kita dapat belajar lebih awal, untuk memakluminya.

R.M.R

No comments:

Post a Comment