Monday, August 19, 2013

Untuk Adik, Sepupu, Dan Keluarga Besarku…Yang Perempuan.

http://www.hnzjhj.com/fileupload/image/2010/4/26/20104269341265.jpg

Hari ini sayah dapet pelajaran kehidupan, tentang berkeluarga, dari kehidupan keluarga lain. Di tulisan kali ini, diceritakan sayah seorang laki-laki 5 tahun, yang punya satu adik perempuan dan satu kakak laki-laki. Saat ini Ayah sayah sudah tidak bekerja dengan tetap, karena perusahaannya baru saja mengalami kebangkrutan. Pekerjaannya sekarang yang serabutan, mengakibatkan penghasilannya tidak menentu. Bunda menambah penghasilan untuk kebutuhan keluarga dengan menjual pulsa secara elektronik, bisnis relatif sederhana, namun menghasilkan.

Penghasilan Ayah dan Bunda tidak mencukupi pengeluaran kami sekeluarga, namun matematik kehidupan berkata lain. Ada tambahan uang diberikan secara rutin oleh sanak keluarga kepada kami, bahkan biaya sekolah sayah, adik, dan kakak pun dibiayai oleh sanak keluarga. Pola ini berlangsung cukup lama… cukup lama sehingga kakak laki-laki sayah sekarang telah masuk kelas 2 SMA. Entah bagaimana kehidupan keluarga sayah berlanjut, apabila Ayah masih saja belum mau berubah lebih, walau sudah ribuan kali kami beritahu.

Ini bukan tulisan yang mempermasalahkan tentang pikiran konvensional, bahwa Ayah untuk mendapatkan uang harus memiliki pekerjaan tetap, bekerja kantoran. Tapi ini tentang kemauan untuk mampu secara mandiri menafkahi keluarga, tidak mengandalkan bantuan orang lain. Ini tentang keinginan yang kuat dari seorang Ayah, untuk berusaha lebih baik dalam menjemput rezeki yang telah Allah siapkan. Ini tentang seorang Ayah, yang mau mengikuti seluruh aturan main Allah, bukan aturan main lainnya.

Adik, sepupu, dan keluarga besarku…yang perempuan. Terutama yang belum menikah dan berkeluarga. Tolong diteliti secara baik, data perceraian dari pengadilan agama yang ada di Indonesia. Data perceraian YANG ADA menyebutkan bahwa, gugat cerai yang diajukan oleh perempuan lebih banyak daripada laki-laki yang mengajukan talak dalam pernikahannya. Artinya dalam hal ini, banyak perempuan yang belum cukup mengenali calon suaminya sebelum menikah, sehingga baru tersadar setelah menikah bahkan punya anak, bahwa suaminya tidak punya kemampuan untuk memimpin keluarganya, dan kemudian mengajukan cerai.

Indikator mengenalinya…pastikan calon anda, berusaha keras mengikuti aturan main  Allah. Saat ia berusaha keras untuk itu, ia akan juga berusaha keras memperjuangkan keluarganya, karena Allah.

R.M.R

No comments:

Post a Comment