Tuesday, July 16, 2013

Banyak-Banyaklah Bekerja dan Abaikan Keluarga

http://smeira.blog.terra.com.br/files/2009/01/windowslivewriterinternetem20205otempoeasrealidades-131e3workaholic-thumb.jpg

Saat anda sepakat dengan judul tulisan sayah, yaitu untuk banyak  bekerja dan mengabaikan keluarga. Opini sayah anda telah mendukung, salah satu pembentukkan sistem yang membuat bangsa kita lemah.

Sayah punya gambaran, bahwa dalam masyarakat dibentuk sebuah sistem yang membiasakan agar manusia bekerja kantoran, dalam arti kerja sekitar 7-8 jam setiap hari, belum termasuk apabila lembur di hari biasa atau hari libur. And in my opinion, bekerja kantoran ini yang membuat pendidikan untuk anak dalam keluarga oleh orang tua, lemah!.

Saat kualitas banyak keluarga lemah, ini akan membuat kualitas sebuah kota ikut melemah. Saat kualitas banyak kota melemah, sebuah provinsi akan ikut melemah. Dan saat kualitas banyak provinsi melemah, maka negara akan ikut melemah. Dahsyat emang efek dari sistem yang disyiarkan ke masyarakat ini. Membuat kualitas keluarga lemah, yang akan punya pengaruh secara berantai ke kualitas negara. 

Salah satu efek bekerja kantoran adalah, pekerja tidak akan lagi mempunyai cukup waktu dan energi untuk anaknya. Sepulang kerja, yang ada adalah sisa waktu dan energi untuk anaknya. "Tapi kan ada istri yang bertugas mendidik anak??". Begitu mungkin self defence anda bereaksi. Memang itu anak dari istri anda saja, sehingga anda terlepas dari kewajiban mendidiknya secara intensif ??!. Belum lagi apabila istri anda juga bekerja kantoran. Mau dapat gelar mana ayo pilih...anak hasil didikan babysitter?. anak hasil didikan mertua?. anak hasil didikan family?.anak hasil didikan sinetron?. anak hasil didikan orang tuannya?. CHOICE IS YOURS. 

Ya, benar. Mungkin anda menjawab, bahwa semata-mata yang anda lakukan untuk mencari nafkah, untuk mampu melanjutkan hidup. Nah... cerita diatas belum berakhir loh...kalau kondisi diatas, diperbuas dengan kondisi anak yang sakit, apa yang akan anda lakukan?..apakah anda akan intensif merawat anak anda dan cuti bekerja?..berapa lama anda boleh cuti bekerja?..apakah anda akan intensif merawat anak anda dan berhenti bekerja?..lalu dari mana anda mampu mendapatkan uang untuk keberlangsungan hidup keluarga anda?..

Moga pertanyaan-pertanyaan di atas mampu mentrigger, agar kita berusaha mencari solusi terbaik yang mampu kita pikirkan dan terapkan untuk persiapan keberlangsungan hidup di dimensi cobaan ini. 
Solusi yang berasal dari aturan-aturan Tuhan. 

R.M.R

No comments:

Post a Comment