Wednesday, June 5, 2013

Evaluasi dosen pertama


Hari ini, surat hasil evaluasi dari mahasiswa/i semester pertama sayah, yang mereka isi setelah UAS, sampai di tangan sayah. Sayah merasa sudah melakukan yang terbaik tempo hari, apapun penilaian mereka, menjadi bahan bakar sayah untuk menjadi lebih baik.

Halaman pertama sayah buka, disana terlihat PBM (skor rata-rata sayah (hasil questioner)). Apabila dibandingkan dengan group mean (rata rata PBM per mata kuliah paralel), dan grand mean (rata rata PBM per prodi) - alhamdulillah poin sayah relatif baik.

Melihat indikator nilai akhir kewarganegaraan yang mereka dapatkan (http://rommymochamadramdhani.blogspot.com/p/informasi-poin-penilaian.html), dan hasil komentar mereka atas kemampuan sayah mendidik, sayah menjadi semakin yakin bahwa mendidik merupakan passion sayah. Dimana yang sayah pahami, passion adalah gabungan dari bakat dengan minat. Bakat merupakan potensi yang sudah ada dalam diri , dan minat ialah yang sayah latih terus untuk menjadi semakin baik. Karena bakat tanpa action, bagi sayah tidak akan pernah maksimal.



Melihat komentar 4 kelas yang sayah ajar pun nadanya senada, dengan yang difoto. Namun diantara 4 kelas tersebut, ada 1 komentar yang menarik, komentar yang jadi evaluasi untuk pengajaran sayah kedepan. Isinya persis seperti ini :

"Kurang konsisten sama peraturan yang ditetapkan dikelas, ngobrol sebelum belajar tidak menerapkan diri".

Evaluasi bagi sayah adalah, di awal pertemuan kuliah memang sayah membuat kesepakatan perjanjian kelas bersama mahasiswa/i. Dan ditengah perjalanan mengajar memang ada mahasiswa/i yang sayah loloskan dari peraturan tersebut. Dan ini tampaknya yang jadi pemicu miss comunication, karena belum sempat sayah jelaskan di akhir pertemuan kuliah.

Prinsip sayah dalam menerapkan aturan adalah, "there are no rule without exeption". Ya, dalam aturan apapun, akan ada pengecualian, tergantung kondisi kasusnya. Begitu juga saat sayah meloloskan mahasiswa/i dari aturan yang sudah disepakati, ada unsur subyektifitas sayah memang, yang menilai bahwa alasan mahasiswa/i itu, masih dalam batasan diperbolehkan melanggar. Jangan ada persepsi lain ya :-). 
Untuk kalimat kedua, sayah belum paham apa maksudnya^^v. Kalau mahasiswa/i sayah baca artikel ini, boleh deh klarifikasi ya :-)

Terima kasih sedalam-dalamnya untuk guru langsung sayah yang mendidik sayah sehingga mampu menjadi pendidik sampai pada titik ini. Kang Dicky Zainal Arifin, Kang Indra Bayu, Kang Sandi nugroho, Kang Rahmad Ramdhani. Dan guru tidak langsung sayah, Ayah Edy, dan Pa Munif Chatib. G.B.U all :-)

Segala puji hanya untuk Allah.

R.M.R

No comments:

Post a Comment