Thursday, May 30, 2013

Lingkaran kecil dan lingkaran besar kehidupan


http://www.dream-wallpaper.com/free-wallpaper/art-wallpaper/premium-style-wallpaper/2560x1600/free-wallpaper-11.jpg

Kehidupan di dimensi dunia yang sedang kita alami ini, bagi sayah bisa dibaratkan terdiri dari lingkaran-lingkaran kecil kehidupan dan satu lingkaran besar kehidupan. Dalam setiap lingkaran kecil, ada pelajaran kehidupan tersendiri bagi yang mengalami dan mau mempelajarinya. Sedangkan sebuah lingkaran besar kehidupan mewakili tugas kita,manusia,yang diutus oleh Tuhan,untuk berjuang beribadah sebagaimana potensi yang diberikan-Nya untuk kita.


Dalam seringkali waktu dalam lingkaran kecil,sayah tidak mendapatkan pelajaran kehidupan. Sayah malah jalan di tempat,merenungi hal yang sayah anggap sebagai masalah. Semula sayah pikir hal ini manusiawi, tapi akhir-akhir ini sayah memiliki pemikiran,itu manusiawi yang sayah bentuk dengan pemikiran sayah sebagai manusia. Bukan seharusnya, sebagaimana kehendak Tuhan terhadap manusia.

Seharusnya, sayah segera mampu berjalan dari satu lingkaran kecil,untuk fokus kepada lingkaran besar kehidupan. Tidak jatuh berlama-lama dalam lingkaran kecil, karena sayah punya tugas besar dari-Nya. Untuk mengoptimalkan potensi sayah, agar mampu beribadah lebih baik lagi.

R.M.R

Wednesday, May 29, 2013

Masa depan adalah tempat untuk orang-orang yang paham

http://mumbleinthejungle.files.wordpress.com/2012/04/oog.jpg



Master oogway  bilang, "yesterday is history, tomorow is mystery, but today now is a gift. That is why it is why it is called present". 

Ya, masa lalu adalah sejarah. Dan sejarah perlu dipelajari, karena disana kita akan bisa melihat bagaimana jejak keberhasilan yang sebenarnya mampu kita maksimalkan lagi. Atau jejak kekhilafan yang sebenarnya tidak perlu dilakukan. Setelah mempelajari dengan baik, kita mampu mewaspadai agar tidak mengulangi kekhilafan yang sama.
Dan, ya, saat ini adalah suatu berkah. Karena kita diberikan berkah untuk mampu benar-benar hidup di saat ini, tidak terjebak di masa lalu atau bahkan terbuai akan angan-angan masa depan.

Ketiga titik waktu tersebut saling berkaitan antara, masa lalu, saat ini, dan masa depan. Kita akan melakukan tindakan di saat ini, berdasarkan referensi yang telah terjadi di masa lalu. Dan yang kita lakukan saat ini, yang kita persiapkan sekarang, akan terjadi di masa depan. Kita merangkai jalan, membentuk puzzle misteri masa depan.

Siapkah kita menuju masa depan?


Masa yang diperuntukkan untuk orang-orang yang paham. Masa yang diperuntukkan untuk orang-orang yang mampu  beradaptasi, mempersiapkan diri, dan  berubah. Karena yang abadi di dunia ini adalah perubahan.

R.M.R

Monday, May 27, 2013

Aneh atau Wajar ?

http://3.bp.blogspot.com/-gK1uK3c2IYM/UQsq0ZSKm3I/AAAAAAAA_sE/ykJRkiMg5_0/s1600/kasus-gila-madiun-kingdom.jpg

Aneh ialah saat ada hal yang tidak sama dengan kondisi pada umumnya. Wajar ialah saat kita mampu mengkondisikan diri, mencoba melihat dari sudut pandang lain, melihat alasan mengapa seseorang melakukan suatu perbuatan.

Tidak jarang, karena pertanyaan-pertanyaan, pemikiran, analisis, sampai prinsip hidup yang sayah pegang. Sayah disebut aneh oleh tidak sedikit orang. Atau mungkin sayah menganggap aneh orang lain.

Ambil contoh. Sayah coba mencermati dimana banyak orang yang senang berkaroke. Disana ia kecapaian sudah bernyanyi, eh di suruh bayar pula?! Ga aneh tuh?..bukannya orang udah nyanyi biasanya dibayar bukannya membayar?. Sayah coba mencermati dimana banyak orang yang senang main futsal. Disana ia sudah capai bermain futsal, eh di suruh bayar??...bukankah setelah orang bermain futsal itu mendapatkan bayaran??. Ga aneh tuh?..

Sayah menemukan jawabannya. Ternyata orang-orang tersebut orang-orang yang memiliki kaitan emosional, sehingga mereka mau menyewa fasilitas untuk "mencari kesenangan". Ya, tipe orang yang emosionalnya dapat dipengaruhi inilah yang jadi sasaran para pelaku bisnis, untuk menawarkan barang jualannya. Sekarang sayah paham, dan tidak lagi menganggap mereka aneh. Semua wajar, saat saya memahaminya.

R.M.R

Thursday, May 23, 2013

Hi Ayah...

http://ct.shadowtext.net/il/st/se/i40/2/4/15/shadowtextphpechoQuotesAndSayings_4d015b7d7789ed6c2adb2c87c0296ef2.jpg

Hi ayah...ini anakmu, buah hati dari rasa sayangmu terhadap istrimu, mamaku.

Hi ayah...ini anakmu, cobaan hidupmu, setelah engkau berikrar mampu untuk membesarkanku di jalan Tuhan-mu.

Hi ayah...ini anakmu, yang kau anggap tidak lebih penting dari sebungkus rokok,segelas kopi dan kegiatan pribadimu.

Hi ayah...ini anakmu yang begitu akrab berbicang denganmu,di masa lalu. 

Ayah...anakmu butuh bimbingan menuju jalan-Nya, dari dirimu :-)


R.M.R

Monday, May 20, 2013

Mantapkan arah tujuan hidup

http://1.bp.blogspot.com/-yDRIg18jePU/UDXX7C4IwMI/AAAAAAAAAR0/M4AixHdGR4s/s1600/langkah-imil.jpg

Di awal perkuliahan semester ini, sayah memberi pertanyaan kepada mahasiswa/mahasiswi sayah. Pertanyaannya sama pada semua kelas yang sayah didik.

“Selepas anda lulus, anda ingin berprofesi sebagai apa?”.  

Setelah menjawab pertanyaan ini, misal saja ingin menjadi akuntan. Mahasiswa/i itu sayah minta untuk membuat kontrak hukum dengan tema akuntan. Menariknya kontrak yang mereka buat itu boleh dibilang kebanyakan belepotan.  Bagaimana belepotannya? Bagian kontrak yang seharusnya membahas detail  sisi hak dan kewajiban seorang akuntan, tidak mereka gali. Padahal apabila memang benar keinginannya menjadi akuntan, berarti sebelumnya ia telah paham tentang apa itu profesi akuntan? bagaimana proses menjadi akuntan?, dan apa tugas akuntan?. Karena sudah tau tentang hal tersebut, dan melihat “manfaat” untuk menjadi akuntan, maka ia ingin menjadi akuntan. Ya, setidaknya begitu logika yang sayah pahami. Orang tau  bahkan paham terlebih dahulu tentang suatu hal, baru menentukan pilihan.

Melihat kenyataan yang bertentangan, bahwa yang mayoritas mereka pilih, tidak mereka pahami. Sayah punya kesimpulan sementara, bahwa mereka belum yakin dengan pilihan profesi yang ingin mereka gapai…mungkin apakah  karena pilihan itu sekedar pilihan ikut-ikutan teman?. Profesi pilihan orang tua atau keluarga?. Entahlah. Yang pasti,  itu tanda masih kurangnya ilmu untuk mampu memilih.

Segerakan cukupkan ilmu, dan mantapkan arah tujuan hidup.

R.M.R